Archive for the ‘Command LINUX’ Category

14
Jun

Pernahkan anda mengalami sesuatu yang aneh saat menekan tombol ‘Print Screen’ ?

Yang saya pernah alami, tidak keluar apa-apa saat menekan tombol ‘print screen’ setelah diusut-usut, ternyata tombol ‘print screen’ tidak mau bekerja jika menu dari ‘right click’ tampil. Padahal right-click menu itu saya butuhkan untuk tutorial.

Lalu trik nya adalah dengan men-delay (menunda) waktu screenshot, karena saya pakai Gnome, inilah command untuk menjalankan delay screenshot :

gnome-screenshot -d 2

Penjelasan :

gnome-screenshot : adalah command untuk melakukan screenshot

-d : adalah command opsional untuk melakukan delay

2 : waktu hitungan mundur

jadi saat kita menulis command tersebut dan tekan enter, screenshot akan diambil 2 detik setelah menekan tombol enter (waktu bisa diubah sesuai selera)

cara ini sudah saya coba di xterm dan Gnome. sementara untuk KDE, ada opsi sendiri di ‘Ksnapshot’ untuk melakukan delay.

05
Jan

Sering banget kita pingin ngetik command tapi lupa syntax nya….jadi repot, deh…nah, sekarang ga usah repot lagi…

misalnya kta ingin mengompres file, biasanya kita mngetikkan:

root@zeck :~ # tar -cf file.tar song.mp3

apa susah menghafal tar -cf ? sebenernya enggak, siih.. tapi biar lebih cepet aja…

nama command ini ‘alias’

penggunaannya:

alias command alternatif=command asli

jadi kita akan menganti command untuk mengompres dari ‘tar -cf file.tar’ jadi ‘kompres’:

root@zeck :~ # alias kompres=”tar -cf file.tar”

jadi jika kita ketik

root@zeck :~ # kompres song.mp3

file song.mp3 langsung berubah jadi file.tar

simpel, kan?? atau misalnya anda tidak suka menggunakan command ‘mkdir’

ganti saja commandnya

root@zeck :~ # alias bikin=mkdir

jadi untuk membuat file, ketik saja

root@zeck :/~ # bikin data

maka langsung ada folder ‘data’ di direktori tersebut….

mudah, kan??

sebenarnya saya tidak menyarankan untuk menggunakan command alias ini (terus kenapa gua tulis, yak?)

keuntungan alias: dapat mengganti command yang banyak syntax hanya dengan satu kalimat yg mudah kita ingat

kerugian alias: kita bisa lupa apa command dan syntax asli dari sebuah command….

31
Dec

Iseng-iseng nulis ulang sama pelajaran dulu waktu belajar LINUX.. hehehe…

tentang chmod, nih…

chmod digunakan untuk mengganti hak akses…

biasanya dipake sama server di kantor / LAN… kegunaannya, yaa… biar client / orang lain ga bisa seenaknya buka-buka file penting kita…

Ok, mari kita elajari dulu dari awal… kalau saya masuk ke /home punya saya dengan user root, dan mengetikan command ls-l maka tampilannya seperti ini…

perhatikan tulisan “rwx-rwx” itu adalah hak akses dari file tersebut…

LINUX mempunyai 3 kategori user…

1.owner (dilambangkan dengan huruf “u”)

-user yg membuat / memiliki file / direktori tersebut.

2.group (g)

-User-user yang berada dalam grup yg sama dengan si owner.

3.others (o)

-user lain diluar dua grup diatas…

arti dari rwx sendiri adalah

r = read = hak untuk dapat membaca suatu file.

w = write = hak untuk dapat memodifikasi, edit, atau tulis

x = execute = hak untuk mengexecute seperti menjalankan / mendelete file

nah, kalo kita liat lagi, kan rwx nya ada 3 bagian, tuh…

yang pertama (paling kiri) itu hak akses milik owner (u)

yang ditengah hak akses untuk group (g)

yang paling kiri, itu hak akses untuk other (o)

untuk dapat merubah hak akses dari sebuah data, kita harus login sebagai si “owner” atau “root”… karena hanya owner yang dapat merubah hak akses file yang dia buat… sementara root bisa mengganti semua hak akses semua data.

nah, bagaimana kita tau siapa “owner” dari data tersebut??

*lihat lagi screen shoot diatas* ^^

di kolom ke 3&4 disana ada tulisan  “root”, “user”, dan ada “auril_zeck”(yang warnanya hitam, bukan biru).

itu adalah pemilik dan group dari file tersebut… misalnya file “piluh” dibuat oleh “root” di dalam grup “root” sementara folder “auril_zeck”(yang warna biru) itu dibuat oleh user bernama “auril_zeck” di dalam group “user”….

nah, misalnya kita mau mengganti hak akses untuk file “piluh”

1. kita harus masuk sebagai “root”

2. lalu ubah hak aksesnya….

hak akses awal dari file piluh adalah “rw-r–r–” artinya, owner dapat membaca dan merubah file tersebut.. sementara grup dan user lainnya hanya dapat membaca file itu…

misalnya kita ingin mengubah hak akses agar user lain dapat menulis di file itu, maka yang kita lakukan,

ketik:

# chmod o+w piluh

chmod adalah command untuk merubah hak akses…

o+w artinya user “other” diberi hak akses untuk “write”

piluh adalah nama filenya….

jika kita ingin agar group dan other bisa meng execute file piluh, maka commandnya:

# chmod go+x piluh

nah, jika nant anda ketik ls-l , maka anda akan melihat bahwa hak akses dari file piluh menjadi

” rw-r-x-rwx ” yang kalau diartikan:

owner dapat membaca dan menulis, tapi tidak bisa mengexecute…

group dapat membaca file tersebut, mengexecutenya, tapi gak bisa megedit/menulis file tersebut…

sementara other bisa read, write dan execute (kok kejam, ya? si owner malah ga bisa execute? hehe)

nahh. itu tadi cara mengganti hak akses menggunakan huruf dengan opsi + dan bisa juga dengan – untuk menghapus hak akses, misalnya

# chmod o-x data.txt yang artinya hak untuk mengexecute file data.odt oleh other dicabut… jadi dia tidak dapat mengexecute data.txt

sekarang mari kita ganti hak akses menggunakan angka….

pertama, pahami dulu…

untuk “r”, angkanya adalah 4

untuk “w”, angakanya adalah 2

dan untuk “x”, angkanya adalah 1

mengapa demikian??? kata guru saya, sih.. itu sudah ketetapannya.. hehehehe

terus mengaplikasikannya dalam command gimana??? begini…

sekarang lihat dulu hak akses dari file piluh… yaitu ” rw-r-x-rwx ” kalau diterjemahkan ke angka jadi -> 657 ….

kenapa bisa begitu??? karena hak akses:

untuk “u” adalah “rw” , maka untuk angkanya jadi 4+2 = “6″

untuk “g” adalah “rx” , maka untuk angkanya jadi 4+1 = “5″

untuk “o” adalah “rwx” , maka untuk angkanya jadi 4+2+1 = “7″

sehingga didapat hak akses dari file ‘piluh’ adalah 657 ….

nah, untuk mengganti agar

ower dapat “rwx”,

group dapat “rw”,

dan other hanya dapat “r”, artinya

u= 4+2+1 = 7

g= 4+2 = 6

o= 1

jadi commandnya:

# chmod 761 piluh

jika anda ketik ls-l , maka file piluh akan memiliki hak akses “rwxrw-r–”

nahh… simpel, kan tentang chmod ini…

selamat chmod-chmod an, ya…^^v

26
Dec

nahh.. melanjutkan tulisan kemarin tentang command-command pembaca di LINUX,

niihh… ada command “uniq”

dia bisa otomatis menghilangkan kata yang sama di bawah line yang sama…

adalagi namanya sort.. Sesuai namanya.. dia langsung mengurutkan baris sesuai alfabet…

biasanya digunakan untuk daftar… kita coba buka file “makanan”

untuk sort dari z-a, pakai opsi -r, jadi

sort -r makanan

naahh,,,, ada lagi command namanya: “grep”…. dia otomatis menyeleksi kata yang kita inginkan saja…

mari kita coba command nya…

kita coba menyeleksi kata yang mengandung kata “so” pada file ‘makanan’

nahh, lalu kenapa ‘parSo’ tidak ikut terseleksi??? ini karena LINUX itu sensitive dengan command yg dimasukkan…. karena perintahnya ’so’, maka kata parSo yang ’s’ nya pakai huruf besar tidak ikut terseleksi…

agar parSo ikut terseleksi, ketik:

grep -i so makanan

naahh.. si parSo kan jadi ikutan…

ada opsi lain, misalnya: mencari kata yang ada b&t dengan command:

grep b.t nama_file

karena saya pakai file bernama file2, maka command nya:

grep b.t file2

untuk mencari kata yang depannya berhuruf “d” kita masukkan command

grep ^d file2

simbol ^ artinya dia mencari kata yang berada di depan… kalau mencari kata yang terdapat dibelakang, kita gunakan simbol $…

misalnya kita mencari kata yang terdapat “bat” dibelakang dengan command:

grep bat$ file2

kata ‘diningbat’ masuk karena terdapat kata ‘bat’ dibelakang.

Untuk selanjutnya, kita bisa menyeleksi kata yang berawalan “d” dan berakhiran “t” dengan command:

grep d.*t file2

nah, kita juga bisa mengkombinasikan command, misalnya,

kita ingin menghilangkan kata yang berisi “bat” dan berawalan “d” dengan command

grep -v bat file2; grep -v ^d

nah… yang keliatan kan cuma ‘bit’ doank…

ok.. selamat baca2 file, ya…

22
Dec

Cat digunakan untuk membaca suatu file…
mari kita lihat keunggulan dari command ‘kucing’ ini…hehehe

untuk membaca file ketik:

cat (nama file)

misalnya di sini saya pakai file bernama “a”, lalu membuka file bernama ‘a7x’

*membaca file ‘a’, lalu membaca file ‘a7x’

nah, untuk membaca kedua file tersebut sekaligus, kita tinggal menggunakan command:

cat file1 file2

jadi kalau ingi membaca file ‘a’ dan ‘a7x’ ketik command: (lihat dibawah ini)
cat a a7x

kan jadi keliatan seperti satu file. juga ga perlu keluar / buka tutup file…

‘cat’ juga punya fungsi keren, yaitu membuat dua file jadi satu…

caranya, dengan ketik command: cat file1 file2 > file_hasil

contoh: cat a a7x > aa7x

*membuat file ‘a’ dan ‘a7x’, digabung menjadi file ‘aa7x’

Lihat…, 2 file menjadi 1 bernama aa7x dan isinya digabungkan… (sayangnya, ga ada pemisah antara isi file1 dengan file2) sehingga yang baca bisa bingung…

Nahh.. sekarang kita coba command ‘tac’ kegunaannya sama seperti ‘cat’ .. terus, bedanya??

nahhh… bandingkan command ‘cat’ dengan ‘tac’ dibawah….

sesuai commandnya, ‘tac’ adalah kebalikan dari ‘cat’. Otomatis, file yang dia baca dibalik urutannya. Jadi bacanya dari bawah ke atas…

Naaahh.. kalo ada file yang dikompres, apa bisa dibaca dengan cat???

tentu bisa… hanya, diubah dikit commandnya jadi:

“zcat file yang akan dibaca”

misalnya saya buat file a jadi a.gz. jadi cara bacanya dengan command:

zcat a.gz

membaca file a.gz

membaca file a.gz

ada command pembaca juga yg lain…

namanya “head” head biasanya diikuti opsi ‘-n’. Jadi penggunaannya:

head -n# nama_file

* tanda “#” diganti dengan angka.

contoh, kita akan membaca file “b” dengan ‘head’

kita lihat dulu file “b” punya saya ini dengan ‘cat’…

lalu kita buka dengan ‘head -n3′

kesimpulannya?

jika kita gunakan ‘head -n3′, maka yang akan ditampilkan hanya 3 baris teratas saja… jika kita tulis ‘head -n2′ maka yg ditampilkan hanya 2 baris teratas… begitulah….

Ada saudara dari ‘head’ yaitu ‘tail’.. hehehe ada aja, ya command LNUX ini… gunanya (jika tanpa opsi lain) adalah menunjukkan 10 deret terbawah… jadi…(liat screenshoot, ya)

saya buka dulu pake ‘cat’ lalu bandingkan dengan ‘tail -n4′

secara garis besar, opsi dari ‘tail’ ini sama dengan ‘head’….

naahh..banyak cara untuk membaca file, kan??

gak cuma sekedar ‘cat’ aja…

ok..nanti saya jelaskan lagi betapa banyak comand untuk membaca dengan fitur unik lainnya….

  • Search:
  • Google translator

      Translate to:


  • openSUSE.org
  • ————————

    CATEGORIES CLOUD
  • ------------------------

    Command LINUX (7)
    HTML (2)
    Joke (7)
    Life (4)
    LINUX openSUSE (17)
    Nature (6)
    Network (18)
    Other? (6)
    Registry XP (3)
    Seminar (1)
    Uncategorized (1)
    Web Browser (6)
    Windows (17)

    WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.

  • My Web’s Value

  • free counters
    kalau mau copy paste, tulis httpz.webege.com sebagai sumber tulisannya/kasi link ke httpz.webege.com...

    http+z

    Visit http+z Group

    IP