Archive for the ‘LINUX openSUSE’ Category

01
Mar

Mulai belakangan ini, banyak ISP yang mulai memblokir situs yang dilarang. Memang itu bagus tujuannya karena mencegah situs yang tidak mendidik dan menjaga bandwidth negara kita agar tidak terpakai untuk hal yang “begituan”.

tapi tetap ada saja 1000 cara (gak 1000 juga sih, sebenernya…) untuk membobol situs yang diblokir dari mulai menggunakan anonymous proxy, aplikasi yang mem-private kan aktivitas internet, dan lain-lain.

yang saya bahas disini adalah cara yang paling simpel, yaitu dengan mengganti DNS Server.

Caranya :

Baik itu di Windows atau Linux, caranya sama, yaitu ganti DNS anda ke DNS Public (disini saya menggunakan DNS dari Google)

Kenapa pakai dari Google?

karena saat ini DNS Google setau saya belum memblokir banyak situs, (baru yang mengandung malware dan berbau virus, itupun demi keamanan google sendiri)

Ganti DNS server anda seperti ini:

DNS Primary = 8.8.8.8

DNS Secondary = 8.8.4.4

stelah selesai, maka situs yang diblokir oleh ISP di Indonesia tidak akan terblok lagi.

Bagaimana cara kerjanya?

DNS Server Indonesia (seperti Telkom, SMART, dll.) diibaratkan sebuah pintu tol yang membatasi jalan mana saja yang boleh kita lewati dengan tujuan membuat kita selalu di jalan yang benar sesuai hukum di Indonesia, sementara DNS Public (Public DNS, Google DNS, dan Free DNS lainnya) adalah jalan tol yang membebaskan kita untuk berjalan kemana saja tanpa ada aturan yang berlaku. Semua resiko ada di kita. Jadi, jika kita menggunakan DNS Public, maka kita tidak lagi terikat dengan peraturan yang diberikan oleh DNS Indonesia.

*note:

1.Cara ini belum dicoba di network yang menggunakan Mikrotik / PC Gateway atau semacamnya. Baru dicoba di network yang PC-nya langsung terhubung dg gateway…

2.Cara ini hanya sebagai pengetahuan dan digunakan untuk memperbaiki kekurangan dari cara memblokir yang sekarang. Semoga ISP di Indonesia menyadari dan mengganti teknik blokir nya sekarang dengan teknik yang lebih baik.

3.Jangan salahgunakan tutorial di blog ini (yang punya blog kaga mau tanggung jawab)

09
Oct

Kita tentu tau, untuk urusan web multimedia, Sekarang ini Flash mendominasi di internet, bahkan seakan udah menjadi standar. Kalo lagi browsing, dimana2 dengan mudah Kita bertemu flash.. mulai dari banner iklan, nonton youtube, game2 flash yang lucu2, chatting pake Yahoo, aplikasi web, dan situs2 lainnya..

Diliat sekilas, silverlight emg menyerupai flash.. mulai dari wujud playernya yang ditanem sebagai plugin browser, hingga penampilan aplikasi2 demo nya memiliki fitur2 andalan flash, mulai dari animasi vector, playback multimedia, interaktifitas, dll…

Silverlight menantang Flash

Kalo Adobe Flash yang aselinya untuk web sekarang merambah aplikasi desktop dengan Adobe AIR nya, maka Microsoft juga melebarkan sayap .NET nya menuju platform multimedia untuk web.
Jadi dominasi Flash di bidang web multimedia and RIA (Rich Internet Application) mendapat tantangan dari Microsoft dengan Silverlightnya, bukan cuman dari Microsoft, flash juga dapet lawan dari Sun dengan Java FX.. Semua berharap bisa menjadi flash killer..

Kalo Silverlight pengen sukses, baik kalangan developer maupun artist harus sama2 mendapat kenyamanan. Bagi developer, mungkin tidak perlu diragukan, Microsoft memiliki komunitas & pengaruh yang sangat kuat di bidang ini. Tapi untuk bisa sukses mengimbangi dominasi Flash, Microsoft juga wajib merangkul komunitas kreatif (seperti desainer, animator, dll)..

Untuk itu, Microsoft merilis Microsoft Expression, suite aplikasi yang ditujukan bagi para artist. Walaupun begitu, Masih rada susah si membayangkan Microsoft Expression akan bisa mengalahkan jajaran Adobe CS mengingat rivalnya itu udah solid, matang dan bahkan udah jadi standar industri sejak lama..

kita lihat saja apakah teknologi2 baru tersebut bisa menggoyahkan dominasi flash.

Silverlight terikat erat dengan .NET. Sejak versi 2, kita bisa memprogram Silverlight dengan bahasa2 .NET kayak C#, C++ VB, dll..
Hal ini menjadi kelebihan tersendiri bagi penyebaran Silverlight, karna programmer .NET jumlahnya banyak banget.

Kalo di Flash, bahasa resminya adalah ActionScript, yang pemakainya tentu tidak sebanyak developer .NET.. Untungnya, ActionScript 3 tampak mirip2 bahasa2 C# atau Java..
Adobe juga sejak lama berusaha memperluas komunitas developer Flash dengan merilis Flex SDK dengan gratis..

Belajar Silverlight

Saat ini resource untuk belajar udah lumayan banyak, Salah satu start yang bagus untuk memulai belajar silverlight adalah situs resminya, silverlight.net,
Disitu banyak demo aplikasi yang keren2 dan indah2 :-D yang berusaha memamerkan semua yang Silverlight bisa.

mulailah dari halaman Get Started

Untuk bikin aplikasi Silverlight, Requirementnya lumayan juga, disitu disebutkan anda memerlukan setidaknya Visual Studio 2008 (ato versi gratisnya, bernama Visual Web Developer Express 2008) plus SP 1 serta Microsoft Expression Blend untuk memudahkan pembuatan desain dan animasinya.
Expression Blend itu versi trialnya gratis selama 60 hari.. lumayan lah buat nyoba2..

Lalu bagaimana untuk pengguna Linux?

Moonlight

Jangan khawatir.. ada addon untuk Mozilla Firefox untuk menggantikan Silverlight bernama Moonlight . Versi terbaru dari produk buatan Novell ini adalah versi 3.o yang dirilis bulan Februari lalu. Versi pertamanya mucul pada tanggal 11 Februari 2009 dan versi kedua pada 17 Desember di tahun yang sama. Moonnlight dibuat dengan bahasa pemrograman C, C++ dan C#.

Dengan menginstall addon ini di Firefox ,anda tetap dapat menikmati fitur seperti pengguna Windows lainnya, walaupun ada beberapa web yang tidak bisa menggantikan Silverlight dengan Moonlight (Sama halnya seperti Wine yang bisa menjalankan .exe, tetapi tidak semua application berjalan dengan baik)

Yaahh..semoga nanti makin banyak aplikasi bagus seperti ini yang sadar akan danya OpenSource.

Sumber1

Sumber2

Ini Official Site kedua aplikasi…

Moonlight & Silverlight

21
Aug

Saat menyetel musik/film speaker di komputer saya hanya diam membisu, padahal sudah ada codec dan diatur suaranya tidak ada yang di mute. Setelah dicek lagi di sound preference, ternyata di sini  masalahnya.. hahaha… Masalah ini biasanya jarang terjadi, tapi mungkin saja terjadi biasanya karena lupa disetting ulang.

Ok. langsung saja cara menyelesaikannya :

1. klik kanan icon sound di pojok kanan task bar lalu pilih Sound Preference.

2. Pastikan di tiap Tab tidak ada suara yang di Mute.

3. Di Bagian Hardware dan Output, pastikan setting telah di set ke sound card yang benar.

4. Kalau suara sudah ada, tapi ada aplikasi yang masih tidak keluar suara, buka di tab application lalu cek apa aplikasi tersebut di mute.

Kalu sudah, klik Close dan coba apakah aplikasi yang anda jalankan sudah mengeluarkan suara.

Masalah Sound lainnya:

Codec Belum Terinstall

Menyetting Sound Card

semoga tips nya berguna.

28
Jun

Beberapa minggu ini sepertinya memang minggu masalah untuk para LINUXer yang suka main partisi. Itu saya simpulkan dari forum tanyalinux.com , plurk , dan web lain yang sedang mempopulerkan partisi di LINUX. Dari mulai partisi NTFS tidak terbaca di LINUX, cara membuat partisi dan yang saya alami adalah : harus me-resize partisi /root.

Saya akui, untuk mengotak-atik partisi /root memang tidak mudah… alias harus di umount dulu baru di otak-atik lewat CLI (sementara saya masih newbie di LINUX). Sementara kalo diedit di Windows, Partition Magic tidak bisa meresize partisi Ext dan kebanyakan jenis linux lainnya jadi ini satu-satunya cara untuk me-resize partisi root.

1. Boot komputer anda dengan Live CD (kalau saya pakai Ubuntu 10.4 (versi lain juga bisa) karena Ubuntu sudah menyediakan Gparted.

2. Klik menu System -> Administration -> Gparted.

3. Di bagian atas-kanan tampilan Gparted, pilih harddisk anda.

4. Klik kanan di partisi yang akan anda resize lali klik resize.

5. Sesuaikan ukuran patisi yang anda inginkan Lalu klik “Resize/Move”.

6. Klik tanda checklist untuk menyimpan perubahan yang anda buat.

Me-resize partisi dengan menggunakan Live CD memang paling gampang dibanding cara yang lain. Selamat mencoba :-)

14
Jun

Pernahkan anda mengalami sesuatu yang aneh saat menekan tombol ‘Print Screen’ ?

Yang saya pernah alami, tidak keluar apa-apa saat menekan tombol ‘print screen’ setelah diusut-usut, ternyata tombol ‘print screen’ tidak mau bekerja jika menu dari ‘right click’ tampil. Padahal right-click menu itu saya butuhkan untuk tutorial.

Lalu trik nya adalah dengan men-delay (menunda) waktu screenshot, karena saya pakai Gnome, inilah command untuk menjalankan delay screenshot :

gnome-screenshot -d 2

Penjelasan :

gnome-screenshot : adalah command untuk melakukan screenshot

-d : adalah command opsional untuk melakukan delay

2 : waktu hitungan mundur

jadi saat kita menulis command tersebut dan tekan enter, screenshot akan diambil 2 detik setelah menekan tombol enter (waktu bisa diubah sesuai selera)

cara ini sudah saya coba di xterm dan Gnome. sementara untuk KDE, ada opsi sendiri di ‘Ksnapshot’ untuk melakukan delay.

  • Search:
  • Google translator

      Translate to:


  • openSUSE.org
  • ————————

    CATEGORIES CLOUD
  • ------------------------

    Command LINUX (7)
    HTML (2)
    Joke (7)
    Life (4)
    LINUX openSUSE (17)
    Nature (6)
    Network (18)
    Other? (6)
    Registry XP (3)
    Seminar (1)
    Uncategorized (1)
    Web Browser (6)
    Windows (17)

    WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck and Luke Morton requires Flash Player 9 or better.

  • My Web’s Value

  • free counters
    kalau mau copy paste, tulis httpz.webege.com sebagai sumber tulisannya/kasi link ke httpz.webege.com...

    http+z

    Visit http+z Group

    IP