Waktu saya lihat di ‘home’ dari Facebook saya, ada teman saya yang share link ini dengan berbagai umpatan kekesalan, akhirnya saya buka juga situsnya dan rasa kesal langsung melanda hati saya. Semua karena dia menjelek-jelekan OS LINUX hahahaaa. disini, akan saya jawab semua pertanyaan dari semua pernyataan yg dia lontarkan di postingannya.
(posting ada di http://idrus.net/2009/02/07/jangan-pakai-linux.shtml atau klik di sini)
1. Linux itu susah
- LINUX itu segampang WINDOWS. Instalasi pun tidak ada masalah disediakan cara instalasi dengan Graphic Interface yang mudah dipahami dan ada bantuan untuk tiap Step by step. Atau anda bahkan bisa menginstall dan menggunakan OS LINUX dalam bahasa Indonesia , contoh LINUX BLANKON (Buatan Indonesia,nih… bangga,gak sama Buatan Indonesia?)
2. LINUX mainan para hacker yg suka mengotak atik program.
Kalau anda ingin menjadi ahli program komputer yg sangat pintar, maka anda harus belajar membuat program. Jika anda membuat program dari software propiatery dan menyebarluaskannya atas nama anda, itu baru namanya ILEGAL. Kalau pakai program open source, anda bebas belajar menjadi programmer sejati.
3. LINUX Merugikan.
(di commentnya sendiri dia setuju kalo OSS itu tidak merugikan propietary software).
Karena banyak orang dan organisasi sukses yang berhasil mengambil keuntungan dari Software Open Source (walaupun keuntungan didapat secara tidak langsung, tapi biasanya keuntungannya itu dalam jumlah yg besar,lho)
4. LINUX Itu Jelek dan GAK MENARIK
Dia sendiri udah bilang kalo pake desktop KDE, mata kita akn dimanjakan sama visual effect yang setara dengan semua OS yang ada di dunia. masalah Command Line Interface (CLI) yang isinya cuma teks doank, itu sih terserah orangnya mau pake CLI / enggak. Sama halnya kaya di windows, Pilih mengcopy file lewat CMD atau pake Explorer? pasti lebih banyak pake Explorer. Sama halnya di LINUX. Lebih banyak orang mengcopy / mengerjakan hal2 lain dengan Graphic Interface karena lebih mudah.
5. LINUX Itu membingungkan karena terlalu banyak pilihan
karena terlalu banyak pilihan kita bingung mau ikut yg mana karena kebanyakan, msal kebanyakan jenis LINUX (distro), kebanyakan Komunitas, dll.
Secara logika, (contoh) jika banyak orang di Lingkungan rumah kita BISA menggunakan sebuah microwave, maka kita pun lebih gampang mendapat bantuan jika microwave di rumah kita rusak. Atau bahkan saking banyaknya orang yg mengerti tentang microwave kita bisa dengan mudah mendapat pelajaran cara kerja dari microwave tersebut. Suatu saat pun ada kemungkinan jika kita bisa membuat microwave yang sesuai kebutuhan kita dengan harganya murah dan fitur menarik lainnya.
(sekarang, tinggal ganti kata microwave di atas dengan kata LINUX)
6. Karena terlalu asik menulis posting/mengcopy paste postingan ini, si penulis lupa kalau point nomor enam itu TIDAK ADA….
wakakakakkakakakaaa
7. LINUX itu mahal
LINUX itu dibagikan secara CUMA-CUMA. apanya yg mahal?
Soal membeli CD, tidak ada satu keping CD yang harganya lebih dari 20ribu dan 1 keping DVD yang kualitas bagus itu harganya sekitar 20ribu (sungguh keterlaluan jika saat ini orang tidak punya duit segitu).
Soal Download lewat internet, loh, anda sendiri sudah bilang kalau bisa di download lewat internet, artinya LINUX itu gratis!!! soal bayaran internet, bukankah sekarang sudah ada paket UNLIMITED cepat & hemat dari banyak penyedia jasa internet? kemana saja anda selama ini???
Paling tekor beli Software LINUX itu sekitar 45 – 50ribu misal,
kita beli majalah InfoLINUX seharga 45ribu nah, kita dapat sebuah DVD gratis. DVD nya itu adalah DVD dual Layer 8GB berisi paket LINUX lengkap dengan software2 pendukung lainnya. dan jika anda burn sendiri, paling tekor hanya 20ribu untuk membeli CD/DVD kosongnya.
dibanding kalo kita beli CD/DVD Windows yang Asli… Paling murah setahu saya itu 600ribuan (XP Home / Starter Edition) ada yang lebih murah??
kekekekekekekeeee…
8. LINUX itu membodohkan
hmmm… itu sudah saya jawab di pernyataan nomor 3.
9. LINUX itu berdosa
sama seperti jawaban nomor 3. selain tidak merugikan propietary software, hal itu membuat mereka (propietary software) untuk membuat software yang lebih eksklusif dengan harga yang pantas.
10. LINUX menyedihkan
loh, kata2 anda di pernyataan satu ini tidak masuk akal, justru karena dalam umur yang ‘muda’ ini, LINUX mampu menyaingi OS lainnya itu adalah sebuah kekuatan hebat dari si kecil yang ‘dikecil-kecilkan’ oleh ’si besar’ padahal ’si besar’ bisa dibilang kalah hebat sama LINUX ini…
Soal footnote dan catatan di akhir postingan anda,
sebaiknya anda tidak menulis apa yang anda tidak ketahui pasti, apalagi gaya bahsa di postingan anda ini seperti menyatakan kalau anda itu seorang ahli OS. Bagaimana bisa anda mengatakan bahwa diri anda seorang lamer yang tidak mngetahui apa-apa? sebaiknya dipikirkan dahulu sebelum memposting.
soal gayanya si Ndorokakung, dia menulis apa yang dia ketahui dan jarang menimbulkan kontroversi , palagi pneghinaan seperti postingan anda.
Terimakasih.
——————————————————————————————
——————————————————————————————
agar lebih jelas, ini saya tulis postingan dari Idrus.net yang saya bicarakan:
postingan asli bisa klik di sini.
Ya! Buat kamu yang belum pernah mencoba menggunakan sistem operasi yang identik dengan logo pinguin ini, ada baiknya untuk tidak mencoba memakainya! Loh? Kenapa? Berikut beberapa alasan untuk tidak menggunakan Linux.
1. Linux itu susah!
Iya itu faktanya. Linux itu susah! Bener-bener susah! Sekali kamu coba memakainya maka akan sulit bagi kamu untuk tidak mengulangi untuk memakainya lagi. Linux bagai candu yang akan membuat pemakainya betah berlama-lama berinteraksi dengannya, dan seringkali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang unik dan menarik.
2. Linux itu mainan para hacker!
Buat yang merasa dirinya bukan hacker, sangat disarankan untuk tidak memakai Linux. Mengapa? Iya, karena Linux akan membuat kamu mandiri.
Hmmm… mandiri? Contohnya?
Di Linux, kamu akan menemukan banyak hal baru dan menarik. Kamu akan terus mencoba dan mencoba. Sedikit demi sedikit ‘hack‘ pada sistem operasi ini akan kamu lakukan.
Hack? Iya, hack! Terdengar keren dan begitu geek, bukan? Semua itu legal untuk dilakukan di Linux, karena source codenya dengan mudah dapat kamu peroleh, kamu modifikasi, ubah sana, ubah sini, dan menyebarkannya ulang dengan bebas pula, selama tidak keluar dari ruang lingkup General Public License.
3. Linux itu merugikan!
Pihak-pihak yang mendukung konsep proprietary software tentulah akan merasa dirugikan. Mengapa? Karena bila semakin banyak pengguna Linux (dan open source) tentu lahan bisnis mereka akan semakin tergerus terus dan terus.
Tapi, tidak hanya kerugian dari segi finansial saja yang akan mereka dapat. Melainkan juga ada banyak keuntungan yang akan mereka peroleh, meskipun tidak mereka rasakan secara langsung. Contohnya? Karena software open source tersedia source codenya dengan bebas, maka pengembang software proprietary pun dapat ‘mengintip’ dan ‘mencomot’ beberapa bagian software yang mereka anggap menarik untuk kemudian diintegrasikan ke dalam software komersial mereka.
Duh, contohnya masih kurang nih! Oke… oke… Kita ambil contoh Sun Microsystems dengan software office suite mereka yang ternama, OpenOffice dan StarOffice. Hmmm… ada apa dengan OpenOffice dan StarOffice? Sungguh menarik melihat fenomena yang terjadi di sini. OpenOffice dibangun berdasarkan source code StarOffice, lisensi yang disematkan ke OpenOffice ini bersifat open source yang dikembangkan secara gotong royong dengan komunitas yang tersebar di seantero benua di muka bumi ini. Dari hasil pengembangan OpenOffice, Sun Microsystems kemudian mengambil beberapa bagian kodenya untuk kemudian diintegrasikan ke StarOffice dengan ditambahkan beberapa ‘hasil keringat’ ‘orang dalam’ Sun Microsystems. Lisensi StarOffice sendiri bersifat proprietary. Sebuah hubungan timbal balik yang unik dan saling menguntungkan, bukan?
4. Linux itu jelek dan tidak menarik
Pernyataan itu tidak salah, namun tidak juga benar. Bila kita melihat Linux secara parsial, yakni hanya kernel/intinya saja tentu pernyataan itu dapat dibenarkan. Apa sih yang bisa dilakukan oleh ’seonggok’ kernel? Dan meskipun kernel itu bisa dipakai, apa sih yang menarik dari tampilan command line based dengan background hitam dan teks putih saja?
Namun bila kita melihat Linux secara keseluruhan sebagai satu kesatuan sistem operasi yang komplit, dengan desktop environment dan lingkungan kerja berbasis GUI (Graphical User Interface) yang indah, kemungkinan kamu akan membantah pernyataan itu. Kasih contoh dong! Oke, mari kita tilik sejenak desktop GNOME atau KDE (atau yang lainnya) dengan Compiz enabled dan setting animasi desktop yang maksimal, saya yakin kamu akan takjub melihat keindahannya. Tidak percaya? Silakan berkunjung ke YouTube dan masukkan kata kunci pencarian “compiz desktop”, tonton salah satu video demonstrasinya.
5. Linux itu membingungkan
Amat sangat membingungkan! Itulah perasaan yang akan kamu temui saat pertama kali menatap ‘wajah’ Tux si pinguin ini. Bingung mau memakai distribusi Linux apa, bingung mau pakai software yang mana, bingung untuk menginstal aplikasi apa diantara sekian banyak aplikasi, bingung untuk memilih desktop environment (GNOME, KDE, Xfce, dsb), dan banyak kebingungan-kebingungan lain yang mungkin akan kamu jumpai.
Semua itu wajar. Di dunia Linux dan open source, freedom is the will. Saking beragamnya kebebasan yang ditawarkan, maka tidaklah mengherankan bila perkembangan Linux dan software open source pada umumnya dapat dibilang pesat.
Belum lagi ditambah dengan kebingungan mau bertanya kepada siapa bila nantinya kamu menemui kendala yang serius dikarenakan saking banyaknya LUG (Linux User Group) baik yang bertaraf lokal maupun internasional yang siap membantu menyelesaikan masalah yang kamu temui.
7. Linux itu mahal
Benar sekali! Linux itu mahal! Karena kamu ‘kemungkinan’ akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mendapatkannya. Iya! Semahal satu dua keping CD/DVD blank untuk ‘membakar’ salinan/ISOnya.
Juga untuk membayar koneksi internet (bila ada) atau CD/DVD repository (paket software dalam CD/DVD). Kita ambil contoh DVD repository Ubuntu yang dijual di berbagai toko online, harganya berkisar antara 50.000 s.d 100.000 rupiah! Dudududu… mahal sekali…
Setuju! Mahal sekali biaya yang harus dikeluarkan demi mendapatkan tambahan paket software free dan open source berkualitas yang super lengkap dan super banyak! Coba bandingkan dengan harga satu lisensi sistem operasi proprietary yang harganya berkisar diatas US$ 100 atau harga lisensi untuk satu software proprietary yang harganya bervariasi mulai dari US$ 19.99 hingga ratusan dollar! Ah, jauh sekali perbedaannya. Linux memang mahal.
Ubuntu, melalui program shipitnya menawarkan pengiriman CD Ubuntu gratis ke seluruh penjuru dunia. Namun tidak sepenuhnya gratis! Melainkan mesti membayar ’semacam pajak yang entah terang atau gelap’ ke Kantor Pos, yang biayanya berkisar antara 5000 s.d 7000 rupiah. Mahalnya…
8. Linux itu membodohkan
Maksudnya?
Begini, betapa ‘bodoh’nya ‘orang-orang itu’, sudah capek-capek membuat program eh… kok malah diberikan begitu saja kepada orang lain, berikut source codenya pula! Tanpa meminta imbalan apa-apa! Logis nggak sih?
Melalui tindakan yang ‘bodoh’ itu, para programmer dan mereka yang berkecimpung di dunia open source telah berkontribusi yang tidak sedikit demi kemanusiaan dan perkembangan teknologi informasi untuk masa kini dan masa yang akan datang.
Melaui ‘kebodohan’ mereka pula, perkembangan software open source akan semakin cepat karena akan ada banyak orang yang turut berpartisipasi dalam mencari bugs yang mungkin ada untuk kemudian diperbaiki dan dioptimasi serta ditingkatkan fitur-fiturnya.
9. Linux itu berdosa
Ya, ‘berdosa’ kepada pengembang software proprietary karena tidak memberikan ‘pemasukan’ ke ‘kantong’ mereka dikarenakan software proprietary buatannya mendapatkan saingan dari software open source yang lebih murah, halal, dan legal dengan fitur yang tidak kalah (bahkan melebihi fitur-fitur yang ada pada software proprietary tersebut).
10. Linux itu menyedihkan
Sangat menyedihkan malah, bagaimana mungkin sistem operasi dengan usia yang relatif muda ini mampu berkembang pesat seperti sekarang ini, bahkan berani menghadapi sistem operasi proprietary yang telah dikembangkan jauh sebelumnya dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit di seluruh dunia.
Bila dulu, banyak pihak yang meramalkan IBM OS/2 adalah sistem operasi masa depan, namun kenyataannya sekarang sungguh berbeda, OS/2 telah ‘down’ (bila tidak ingin dikatakan ‘mati’). Mari kita lihat bagaimana perkembangan Linux beserta software-software open source lainnya beberapa tahun kedepan.
—
Yup, diatas adalah beberapa alasan yang cukup logis untuk tidak memakai Linux. Sekarang terserah kepada kamu, masih mau memakai Linux?
—
Catatan:
- Tulisan diatas hanyalah sebuah pemikiran bodoh dari penulis yang hanya seorang lamer yang tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa. Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun.
- Inspirasi yang mendasari penulisan artikel nyeleneh ini: http://ndorokakung.dagdigdug.com/2009/01/27/jangan-percaya-enda-nasution/
———————————————————————————————
Naahh… sekarang bagaimana? masih menganggap LINUX jelek? jika tidak, silakan anda membeli Software ASLI Windows / OS lain. karena jika anda mampu membeli semua OS/Software asli, itu adalah perbuatan yang baik dan terpuji… Kalau anda tidak mampu membeli yang asli, ya jangan kontra dengan komentar saya….







Bener-Bener SaDisK Mengenaskan… hahahahaha


Dalam Cara Berpikir

Hahahahaaa….

Harry's Penguin
Itachi: Ubunteros&Blankoners
Rendy.org
Tundra's Blog
Yummy Mommy